Tampilkan postingan dengan label Intelijen. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Intelijen. Tampilkan semua postingan

Selasa, 28 Februari 2012

9 SNIPER TERBAIK DUNIA DALAM SEJARAH

Berikut ini 9 sniper terbaik duniadalam sejarah dunia sejak perang saudara di Amerika.

1. Pembunuh Mayjend John Sedgwick pada Perang Sipil di AS
Pertempuran paling berdarah di AS ini ternyata melahirkan sebuah sejarah sniper dunia, ketika seorang Jenderal karismatik dari Utara yang bernama John Sedgwick tewas diterkam timah panas oleh seorang pasukan Konfederasi dari jarak yang sangat jauh pada waktu itu yaitu, sekitar 1,000 yards (910 m) dalam sebuah pertempuran yang disebut Battle of Spotsylvania Court House, Pada 9 Mei 1864.

Kamis, 23 Februari 2012

SNIPER




Membidik menggunakan teleskop senapan runduk.

Sniper, atau penembak runduk, adalah seorang prajurit infanteri yang secara khusus terlatih untuk mempunyai kemampuan membunuh musuh secara tersembunyi dari jarak jauh dengan menggunakan senapan.

Istilah ini muncul pada tahun 1770-an, pada prajurit-prajurit Kolonial Inggris di India, dari kata snipe, yaitu sejenis burung yang sangat sulit untuk didekati dan ditembak. Mereka-mereka yang mahir memburu burung ini diberi julukan "sniper".

Rabu, 22 Februari 2012

Menyusup Ke Malaysia


Profil pasukan tempur yang harus dihadapi oleh sukarelawan Indonesia.Satuan elite Inggris Royal Ulster Rifles slap menyergap penyusup di daeah rawa-rawa. Patroli hutan King's Own Yorkshire Inggris di hutan Kalimantan Utara. Personal Yorkshire yang herjalan paling depan tampak selalu menyiagakan senapan Sten Gun-nya.

Antara tahun 1961-1966 meletus konfrontasi Indonesia dart Malaysia yang kemudian memicu konflik bersenjata di perbatasan baik berupa penyusupan pasukan gerilya maupun pasukan regular. Tapi karena konflik itu merupakan peperangan yang tidak diumumkan(undeclared war) infiltrant yang menyusup menggunakan nama sukarelawan meskipun sebagian besar di antaranya merupakan anggota ABRI/TNI. Turunnya anggota TNI itu merupakan langkahantisipasi mengingat musuh yang dihadapi merupakan tentara profesional bersenjata lengkap dan didukung oleh persenjataan modern mulai dari tank hingga pesawat tempur.

CIA, Dinas Intelijen Terbesar Didunia

Perang ini tak akan berakhir sampai semua kelompok teroris dunia ditemukan, dihentikan dan dikalahkan!” Cuplikan pidato Presiden George W. Bush, semhilan hari setelah Serangan 9/11 ini menjadi arahan baru sekaligus cambuk bagi CIA untuk berbenah diri. Tak banyak orang tahu bahwa di ball nama besarnya, CIA ternyata tengah dilihat berbagai masalah

Petaka penerbangan bunuh diri ke beberapa gedung simbol perdagangan dan pertahanan Amerika pada 11 September 2001 atau yang biasa dikenal sebagai Peristiwa 9/11, tak ayal menjadi momentum tersendiri bagi Dinas Intelijen Pusat AS atau CIA untuk berbenah. Ulah teroris internasion- al yang menewaskan sekitar 3.000 warga AS itu seolah membenarkan tudingan bahwa CIA tengah meng- hadapi masalah yang sangat serius sekaligus kronis.

Sistem intelijen yang telah dibangun puluhan tahun dan kabarnya kini terkuat di dunia itu, ternyata gagal menangkal ancaman dan serangan teroris. Di saat bangsa AS tengah menghadapi ancaman teroris, memang ironis mendapati CIA yang dibangun dengan anggaran ratusan miliar dolar khusus untuk mengantisipasi serangan dari luar, justru gagal mengerjakan tugas utamanya.

Beda CIA dan FBI



CIA dan FBI adalah bagian dari 16 elemen komunitas intelijen AS di bawah Director of National Intelligence (DNI). Jika melihat sepintas, dua lembaga ini terlihat mempunyai pekerjaan yang saling tumpang tindih. Masyarakat awam sering dibuat bingung dengan eksistensi keduanya yang terlihat sangat aktif dan atraktif menjalankan fungsi intelijen AS. Keduanya menjalankan fungsi pengamanan, intelijen dan penegakan hukum federal.

Seribu Trik Memburu Informasi

“Kemungkinan untuk merekrut dan menembus Rusia sama mustahilnya dengan menempatkan mata-mata di planet Mars.” Untuk itu memang diperlukan teknik dan cara khusus untuk menembusnya.
Selain Nikita Khrushchev, tokoh komunis yang juga merepotkan AS adalah Fidel Castro. Berbagai obat pelumpuh telah diciptakan untuk menyabot pimpinan Kuba ini. Lucunya, di antara senjata rahasia ini adalah obat perontok jenggot. Maksudnya, ternyata hanya untuk mempermalukan dia di muka publik.
Dalam tradisi intelijen ada pedoman, bahwa produk intelijen adalah data peringatan dini yang sangat penting (bagi penggunanya atau user). Untuk itu setiap agen atau perwira intelijen harus mencari informasi yang diinginkan dengan cara yang cerdas dan menyerahkannya tepat waktu. Maka, segala cara pun ditempuh untuk bisa mendapatkan informasi yang selalu ditempatkan pada prioritas pertama. Apakah itu Mossad, Badan Intelijen Negara (Indonesia), atau CIA, badan intelijen dari berbagai negara, telah menapaki sejarahnya sendiri hingga menemukan teknik-teknik yang sesuai dengan medan dan musuh yang dihadapi.
Perjalanan dan pengalaman di medan operasi memang akan menuntun setiap badan intelijen memiliki pedoman yang khas. Tak terkecuali CIA. CIA pernah menapaki pengalaman yang cukup dramatis dalam perjalanannya memburu berbagai informasi penting dari wilayah Uni Soviet atau Rusia seteru terbesarnya yang paling “mengganggu” di masa Perang Dingin. Buku The Official CIA Manual of Trickery and Deception (2009) yang disusun H Keith Melton dan Robert Wallace menyadarkan orang bahwa pada dasawarsa 1950-an mereka sampai menyiapkan laboratorium khusus untuk menembus “tebalnya tembok pertahanan” Uni Soviet. Laboratorium itu diberi nama Technical Services Division.

Rabu, 14 Desember 2011

Sejarah Intelijen Indonesia


Sejarah dan sepak terjang kemampuan intelejen Indonesia dalam memberdayakan diri, pada awalnya ditempuh dengan cara mendompleng Jepang kemudian belajar kepada intel sekutu CIA, MI-6 dan MOSSAD sekaligus mengambil manfaat politik dalam rangka menghadapi ancaman kekuatan Jepang dan komunis China maupun Soviet. Demikian halnya dengan berbagai aspek perjalanan dunia intelejen yang penuh intrik dan persaingan antara tokoh-tokohnya.

Sejarah dinamika politik Indonesia yang sarat intrik seperti itu sesungguhnya merupakan sesuatu yang wajar dan riil, karena para petinggi militer dan birokrat yang memiliki kiblat ideologi yang berbeda-beda, seperti penggolongan kekuatan para elite Marinir sebagai Sukarnois, menggolongkan Polisi dan Angkatan Udara sebagai Kiri-Tengah, menggolongkan para petinggi Angkatan Darat, seperti Ahmad Yani, Simatupang dan A.H Nasution sebagai pro Amerika, sebagai konsekuensinya hal tersebut membuat sejarah perjalanan dan keberadaan badan atau dinas intelejen Indonesia seakan berjalan secara tumpang tindih dan sering mengalami instabilitas, namun hal itu merupakan fakta sejarah yang harus diterima dan dihargai.